NADIKABAR.COM — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Bali mengungkapkan ada seluas 328,78 hektare lahan sawah yang rusak akibat kekeringan pada musim kemarau 2026. Angka itu berdasarkan rekap laporan kerusakan tanaman akibat kekeringan Provinsi Bali Tahun 2026 yang diperbarui hingga 31 Agustus.
Kepala Distanpangan Bali I Wayan Sunada menjabarkan dari luasan tersebut seluas 288,58 hektare berada pada kategori ringan, 10,25 hektare kategori sedang, 29,95 hektare mengalami puso. Sedangkan, tidak ada lahan sawah yang mengalami kekeringan kategori berat.
"Kami tidak hanya melihat berapa luas lahan yang mengalami kekurangan air, tetapi juga bagaimana kondisi tanaman di lapangan. Karena setiap wilayah memiliki kondisi yang berbeda, maka penanganannya juga harus disesuaikan dengan umur tanaman, ketersediaan air, kondisi irigasi, dan tingkat dampaknya," ujar Sunada, Jumat (4/9/2026).