NADIKABAR.COM — Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyatakan, kelaikan operasional harus menjadi hal terpenting untuk pembelian atau impor kereta api bekas dari Jepang yang akan dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Sebelum pembelian harus melibatkan konsultan independen untuk melakukan audit kelaikan dari KA yang akan dibeli, dan saya yakin tidak semua laik operasi," kata Ketua Umum MTI Haris Muhammadun kepada NadiKabar di Jakarta, Senin.
Menurut dia, untuk impor kereta api bekas dari Jepang yang perlu diperhatikan adalah kelaikan operasional, karena angkutan tersebut menjadi alat angkut yang digunakan oleh jutaan orang.
Sehingga, kata Haris lagi, KAI harus memperhatikan pada aspek kelaikan operasional kereta yang akan diimpor jangan sampai ketika sudah dioperasikan terdapat kendala dan masalah.