Menurut Walla, tanggal penting lainnya bagi para pemimpin oposisi adalah 10 November, ketika anggota Knesset yang baru terpilih dijadwalkan mengucapkan sumpah jabatan.

Kelompok oposisi berencana mengganti Ketua Knesset Amir Ohana, yang merupakan anggota Partai Likud pimpinan Netanyahu.

Langkah tersebut berpotensi memberi kelompok oposisi kendali atas agenda parlemen dan membuka peluang untuk mendorong pengesahan sejumlah undang-undang selama enam pekan sebelum batas waktu pembentukan pemerintahan berakhir.

Para pemimpin oposisi diperkirakan akan membahas calon yang dapat disepakati bersama untuk menduduki jabatan tersebut. Nama-nama yang dipertimbangkan antara lain Eisenkot, Lapid, dan Oded Forer dari Partai Yisrael Beiteinu.

Walla melaporkan oposisi juga ingin mendorong rancangan undang-undang untuk membentuk komisi penyelidikan resmi terkait peristiwa 7 Oktober 2023.

Pada 8 Oktober 2023, militer Israel melancarkan perang besar-besaran di Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 74.000 orang, melukai lebih dari 175.000 orang lainnya, serta menyebabkan seluruh wilayah kantong tersebut hancur.

Kelompok oposisi juga berupaya mengesahkan rancangan undang-undang yang melarang seseorang yang sedang menghadapi dakwaan pidana membentuk pemerintahan, bahkan sebelum ada putusan bersalah.