"Kami pernah memiliki kerajaan terbesar di dunia. Kami adalah bangsa yang hebat. Kami memenangkan dua perang dunia. Kami adalah orang-orang yang baik dan jujur. Namun sayangnya, saat ini, menurut saya Inggris sedang mengalami kemunduran. Cukup sulit untuk melihat bagaimana cara menghentikan hal itu," kata Sir Jim Ratcliffe.
"Tidak ada yang cukup sulit untuk menangani masalah imigrasi. Tidak ada yang cukup tangguh untuk mengatasi masalah manfaat. Tapi seseorang perlu melakukannya," ujar Ratcliffe.
Komentar itu datang usai tujuh bulan lalu, Ratcliffe juga mengeluhkan hal serupa. Tak ayal, kelompok suporter muslim MU atau Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC) langsung marah. Dalam pernyataannya, mereka mendesak Ratcliffe mundur dari posisinya di klub.
"Para pemain, staf, petugas, tim keamanan, dan pendukung kami berasal dari berbagai negara, budaya, etnis, agama, dan latar belakang. Manchester United tidak akan menjadi Manchester United tanpa mereka," tulis MUMSC di akun X-nya.