Aksi protes tersebut berlangsung selama lebih dari satu jam. Polisi kemudian menangkap lima orang dan menghadapkan mereka kepada hakim pemeriksa (magistrate) pada Minggu (25/10).

Menurut laporan, aksi protes ini dipicu oleh perselisihan berkepanjangan antara dua kelompok transgender terkait pembagian wilayah kerja mereka. Anggota dari kedua kelompok tersebut diketahui telah beberapa kali terlibat bentrokan sebelumnya.

Pada Sabtu petang, anggota dari kedua kelompok berkumpul di dekat markas kepolisian dan mulai melakukan aksi protes di jalan raya di tengah kepadatan lalu lintas jam pulang kerja. Para pengunjuk rasa terlihat menanggalkan pakaian mereka, berlarian di jalan, meneriakkan slogan-slogan menentang polisi, serta menggunakan kata-kata kasar.