NADIKABAR.COM — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi membuka program SMK Go Global 2026. Untuk angkatan ini, kuota yang ditargetkan adalah 40.000 orang.
Para peserta SMK Go Global nantinya akan mendapatkan pelatihan kompetensi teknis, sertifikasi, serta pelatihan bahasa sesuai standar negara tujuan masing-masing. Para peserta yang telah lulus pelatihan akan dikirimkan ke negara tujuan termasuk Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, Malaysia, Singapura, kawasan Eropa, Turki, dan Taiwan.
Kabar baiknya, program ini tidak hanya dibuka untuk lulusan SMK saja. Apa saja kelompok yang bisa mendapat SMK Go Global?
SMK Go Global juga terbuka untuk lulusan SMA, S1, dan S2. Mereka akan diarahkan untuk mengisi berbagai sektor pekerjaan tim redaksi lain caregiver, welder, hospitality, nurse, truck driver, manufaktur, transportasi, pertanian, konstruksi, hingga sektor kelautan.
"Target kita bukan hanya berapa banyak yang bisa ditempatkan. Yang jauh lebih penting adalah berapa banyak Pekerja Migran benar-benar memiliki kompetensi, tersertifikasi, mendapatkan pekerjaan yang layak, dan terlindungi. Karena itu, kualitas menjadi kata kunci dalam SMK Go Global," ujar Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dalam laman Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).