"Waktu tindakan kan Mas Dodi sempat dipasang stent ya, ring. Nah tindakan pasang ring itu untuk membuka kateterisasi itu dimasukkan zat kontras. Karena Mas Dodi juga ginjalnya kurang bagus, jadi pengurasannya itulah kan. Ginjal itu kan memfilter ya, jadi tidak keluar tuh zat kontrasnya, masih berputar di badannya," terangnya.
Cairan tersebut tidak dapat dikeluarkan secara alami akibat penurunan fungsi ginjal yang sudah parah. Zat tersebut akhirnya mengendap di dalam sirkulasi darah dan berefek layaknya racun di tubuh mendiang hingga mengaburkan kesadarannya.
"Kalau orang normal ya sudah keluar. Kalau ini jadi masih ada di badannya, jadi semacam racun itulah di badan. Jadinya makanya apa namanya, kesadarannya tidak baik waktu itu," jelasnya.