"Itu teh berapa ya 30 persen atau 40 persen lah, sekitar segituan (penurunan). Pokoknya mah di sisi-sisi sudah dipakai kebun. Kata mereka, dari pada tandus, ya mending dipakai berkebun. Mereka yang berkebun adalah warga yang bermitra dengan Indonesia Power," katanya.
Vena menyebut telah berkoordinasi dengan Indonesia Power terkait penurunan debit air tersebut. Ia menilai pasokan air untuk warga di Bandung Raya sejauh ini masih aman.
"Tapi kan kita masih bersyukur, sekering-keringnya Cileunca, orang Bandung Raya masih minum," jelasnya.
Dia menilai indikator lainnya adalah masih banyaknya wisatawan arung jeram di sekitar Situ Cileunca. Hal tersebut menjadi simbol bahwa pasokan air masih mencukupi.