NADIKABAR.COM — Kemarau panjang membuat sumber air alami di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) terus menyusut. Sejumlah kubangan yang biasa menjadi tempat minum satwa liar mulai kehilangan debit air, sehingga petugas harus rutin memasok air untuk menjaga kelangsungan hidup satwa.

Kondisi paling parah terpantau di kawasan Semenanjung. Kubangan alami yang selama ini mengandalkan mata air kecil tak lagi mampu menyediakan air dalam jumlah cukup akibat debit yang terus mengecil.

"Memang setiap kemarau di TNBB kekeringan, terutama di wilayah Semenanjung. Intervensi dengan menyediakan air untuk satwa," ungkap Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Jembrana, Isai Yusidarta, saat dikonfirmasi NadiKabar, Kamis (10/9/2026).

Isai menjelaskan saat ini terdapat sedikitnya tiga lokasi sumber air alami yang masih sering dimanfaatkan satwa. Mengingat debit mata air terus mengecil saat kemarau, kubangan tersebut harus diisi kembali menggunakan suplai air tambahan.