NADIKABAR.COM — Sejumlah berita menarik dari Jumat (9/10) dapat disimak kembali, mulai dari Gunung Anak Krakatau (GAK) erupsi hingga BRIN buka pendaftaran program riset sosial humaniora hingga 15 Oktober.
1.) Gunung Anak Krakatau erupsi, masyarakat diimbau jauhi radius 2 km
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung mengalami erupsi pada Jumat sore dengan meluncurkan kolom abu setinggi 250 meter di atas puncak.
Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa erupsi gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut tercatat terjadi pada pukul 16.17 WIB.
2.) Mendiktisaintek: Jabatan rektor bukan pencapaian tertinggi akademisi
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengingatkan bahwa menduduki jabatan rektor maupun posisi struktural lainnya bukanlah puncak pencapaian tertinggi bagi seorang akademisi.
Tapi yang merupakan tingkatan tertinggi, menurutnya, adalah sejauh mana ilmu pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
3.) BRIN buka pendaftaran program riset sosial humaniora hingga 15 Oktober
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka pendaftaran program riset bidang sosial humaniora (soshum) dengan alokasi pendanaan mencapai Rp250 juta bagi tiap tim peneliti yang terpilih.
Program bertajuk "Ruang Uji Pemikiran Alternatif (RUPA) Future Society 2026" tersebut merupakan bagian dari Program Riset dan Inovasi Strategis (PRIS) yang diampu oleh Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora (OR IPSH) BRIN melalui Pusat Riset Kependudukan.
4.) Kemensos-Kemhan berangkatkan kadet Unhan dampingi siswa Sekolah Rakyat
Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) memberangkatkan kadet atau calon perwira dari Universitas Pertahanan (Unhan) untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat di 181 tempat jenjang SD, SMP, SMA seluruh Indonesia.
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengemukakan dengan latar belakang siswa Sekolah Rakyat yang berbeda-beda, keberadaan para kadet ini bisa menjadi panutan dan teladan bagi para siswa Sekolah Rakyat, termasuk untuk memberikan contoh karakter baik bagi mereka selama menghadapi kehidupan di asrama dan sekolah.
5.) Kemenhaj dan Kemendagri padankan data cegah kecurangan antrean haji
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama memadankan data untuk mencegah kecurangan terkait dengan antrean haji.
"Saya yakin, saya percaya kalau data ini sudah klop, sudah terpadu dengan baik, tentu tidak akan ada lagi upaya-upaya, permainan-permainan, akal-akalan agar bisa berangkat lebih cepat," kata Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat.