NADIKABAR.COM β€” Beberapa peristiwa humaniora terjadi di Indonesia, Minggu (4/10), mulai dari gempa bumi di Sumba Barat Daya hingga peluncuran 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Papua.Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca.

20 rumah rusak akibat gempa Sumba Barat DayaBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan gempa bumi magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/10), pukul 06.55 Wita, menyebabkan sedikitnya 20 rumah dan sejumlah fasilitas umum terdampak.β€œBerdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan, di Kabupaten Sumba Barat Daya tercatat 20 unit rumah terdampak, terdiri dari 19 unit rusak ringan dan satu unit rusak sedang,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan diterima di Kupang.

Selengkapnya baca di sini.Seorang warga di Sumba Barat Daya meninggal dunia akibat gempaKepolisian Sektor Kodi Utara, Polres Sumba Barat, Polda Nusa Tenggara Timur melaporkan seorang lansia berusia 73 tahun di Kodi Utara meninggal dunia akibat gempa dengan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah tersebut.β€œSatu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Korban adalah seorang lansia yang meninggal karena shock atau kaget saat gempa terjadi,” kata Kapolsek Kodi Utara Akp Bernadus Bili Kandi dihubungi dari Kupang, Minggu (4/10) sore.Selengkapnya baca di sini.Mensos luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di MakassarMenteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (4/10), didampingi wali kota setempat, Munafri Arifuddin.Peluncuran program strategis Kementerian Sosial (Kemensos) ini untuk memperluas jangkauan pendataan dan akses pelayanan sosial bagi masyarakat kurang mampu melalui penguatan peran masyarakat dan pengurus RT/RW.Selengkapnya baca di sini.Kemenag catat jumlah santri capai 4,6 juta orang

Kementerian Agama mencatat setelah melakukan pemutakhiran dan penguatan integrasi data pendidikan keagamaan nasional, hingga saat ini jumlah santri mencapai sebanyak 4,634 juta orang, yang telah terverifikasi secara by name by address (BNBA).Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (4/10), mengatakan angka tersebut merupakan hasil pendataan yang masih berlangsung, sehingga belum menggambarkan keseluruhan populasi santri nasional.Selengkapnya baca di sini.BGN resmi luncurkan 13 SPPG guna dukung pelaksanaan MBG di PapuaBadan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Papua.Direktur Penyediaan dan Penyaluran BGN Wilayah II Nurjaeni di Jayapura, Minggu (4/10) mengatakan peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas layanan MBG, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).Selengkapnya baca di sini.