NADIKABAR.COM — Terdapat sejumlah berita humaniora menarik yang terjadi pada Rabu (21/10) dan dapat dibaca kembali pada hari ini untuk mengawali hari.

Rangkaian berita tersebut membahas soal upaya penanganan masalah kesehatan bagi masyarakat terdampak kabut asap hingga informasi soal benda langit misterius yang jatuh di kebun sawit Kalimantan.

1. Kemenkes siapkan 477 rumah oksigen respons dampak karhutla

Kementerian Kesehatan menyatakan pihaknya menyediakan 477 rumah oksigen di puskesmas, rumah sakit dan tempat lainnya sebagai respons penanganan dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman di Jakarta, Rabu, mengatakan sebanyak 295 rumah oksigen berada di Kalimantan Tengah, 127 di Kalimantan Selatan, 35 di Kalimantan Barat, 8 di Kalimantan Selatan, 5 di Jambi, 4 di Riau, dan 3 di Sumatera Selatan.

2. Pemerintah optimalkan penanganan kesehatan warga terdampak karhutla

Pemerintah terus mengoptimalkan penanganan kesehatan masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemantauan kondisi warga serta koordinasi antarkementerian dan lembaga terkait.

Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan dan Kerja Sama Pertahanan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo mengatakan penanganan dampak kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada pemulihan kondisi masyarakat, termasuk dari aspek kesehatan.

"Pemerintah memantau yang pertama, kesehatan, berapa yang kena Infeksi saluran pernapasan akut (Ispa). Terus, bagaimana langkah-langkahnya secara optimal pemulihan ini bisa berjalan dengan baik," katanya.

3. Baznas hadirkan Rumah Sehat Oksigen untuk warga terdampak kabut asap

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menghadirkan Rumah Sehat Oksigen di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, guna melayani masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan kehadiran Rumah Sehat Oksigen merupakan bentuk kepedulian Baznas terhadap kesehatan masyarakat, khususnya mereka yang terdampak paparan asap.

"Rumah Sehat Oksigen ini untuk membantu masyarakat yang terdampak asap agar mendapatkan layanan yang dibutuhkan," katanya.

4. BNPB berduka cita atas gugurnya lima relawan pemadam karhutla TNBTS

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan rasa duka cita mendalam atas gugurnya lima relawan yang bertugas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan kawasan pegunungan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada kelima relawan yang wafat saat mendukung pemadaman karhutla di kawasan Gunung Bromo, masing-masing atas nama Sukaris, Hendra Roni Wagiyanta, Sefria Alfriansyah, Agus Prayitno, dan Wisnu Yuda Pratama.

"Kepada lima pahlawan karhutla ini, kami sampaikan rasa penghormatan yang setinggi-tingginya dan duka cita yang mendalam. Semoga seluruh keluarga danhandai tolan diberikan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa," kata dia.

5. BRIN: Benda langit jatuh di kebun sawit Kalteng merupakan roket China

Peneliti Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menyebutkan serpihan benda langit misterius yang jatuh di kawasan perkebunan kelapa sawit di wilayah Sampit, Kalimantan Tengah (Kalteng), merupakan bekas roket ZhuQue-2E (ZQ-2E) asal China.

Thomas memaparkan bahwa sampah antariksa yang ditemukan pada Senin (19/10) tersebut merupakan sampah antariksa yang memasuki kembali atmosfer Bumi pada Minggu (18/10).

"Berdasarkan data orbit yang kami telusuri, bekas roket ZhuQue-2E melintas dari arah utara ke selatan di atas wilayah Kalimantan pada 18 Oktober 2026. Sekitar pukul 17.36 WIB, lintasannya berada di sekitar Sampit. Waktu ini sesuai dengan laporan warga yang mendengar suara gemuruh pada sore hari tersebut," kata Thomas.