Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemdiktisaintek telah menjajaki komunikasi dengan industri terkait potensi pemanfaatan fasilitas ekstraksi bahan alam yang belum digunakan secara optimal.

Fasilitas ini berpeluang mendukung proses pengolahan hasil penelitian perguruan tinggi menuju tahap pengembangan berikutnya, dengan tetap memperhatikan standar teknis, perizinan, dan ketentuan yang berlaku.

Menteri Brian menjelaskan perguruan tinggi dan lembaga penelitian telah mengembangkan riset serta teknologi pengolahan komoditas kratom hingga tahap pilot plant. Selanjutnya, kampus membutuhkan dukungan fasilitas industri dan pendampingan BPOM agar pengembangannya dapat berjalan sesuai standar dan regulasi.

"Melalui pengembangan tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan dengan nilai tambah lebih tinggi," ujar Brian.