NADIKABAR.COM — Indeks Perdamaian Global (GPI) 2026 mencatat tingkat perdamaian dunia berada pada titik terendah sejak 2008. Namun, di tengah kondisi tersebut, Indonesia justru mencatat indeks kerukunan umat beragama.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), M Arskal Salim, mengatakan sebanyak 119 dari 163 negara atau sekitar 73 persen negara di dunia tercatat kurang damai dibandingkan hampir dua dekade lalu.

"Menandai penurunan selama 12 tahun berturut-turut. Sebanyak 119 dari 163 negara, atau sekitar 73% dari dunia, kini tercatat kurang damai dibandingkan hampir dua dekade lalu," ujarnya dalam sambutan di acara Bali Harmony Encounter Week di Sira Village, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Denpasar, Sabtu (5/9/2026).

Arskal mengatakan kondisi tersebut tim redaksi lain terlihat dari jumlah kematian akibat konflik pada 2025 yang mencapai lebih dari 181 ribu jiwa. Angka tersebut meningkat 64 persen dibandingkan 2018.

"Perubahan iklim, kerusakan ekologis, polarisasi sosial, dan disrupsi teknologi kini saling berkaitan, mengikis rasa percaya antarmasyarakat dan antarbangsa," lanjutnya.

Menurutnya, Indonesia juga mengalami penurunan perdamaian global tersebut. Indonesia berada di peringkat ke-69 dari 163 negara dalam GPI 2026, dengan skor yang menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.