Cerita yang menjadi bagian dari tradisi lisan diwariskan secara turun-temurun itu menurutnya, dapat dikembangkan dengan cara yang lebih menarik dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Karenanya, ia menyerukan agar tradisi bercerita dikembangkan secara kreatif, misalnya dikombinasikan dengan wayang, boneka, video, latar visual, musik, hingga teknologi imersif dan kecerdasan buatan sehingga memperkaya pengalaman bercerita sekaligus membuka peluang agar tradisi lisan semakin dekat dengan generasi muda.
Ketua Komite Gala Indonesia Bercerita, Neno Warisman, menjelaskan bahwa program ini merupakan pengembangan dari kegiatan Lomba Cerita Rakyat yang sebelumnya diikuti oleh 1.737 peserta dari berbagai kalangan, termasuk guru, orang tua, dan generasi muda. Kegiatan tersebut kemudian dikembangkan menjadi gerakan yang lebih luas melalui pembentukan para pelopor pencerita Nusantara.