NADIKABAR.COM — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menggandeng Danantara Indonesia Trust dalam mempercepat proses restorasi dan revitalisasi gedung Museum Nasional Indonesia yang terdampak kebakaran.
"Dengan Danantara Indonesia Trust kita akan memperbaiki dua gedung ya, bangunan yang terbakar. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita realisasikan," ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat peresmian Perpustakaan Danantara di Museum Nasional, Jakarta pada Jumat.
Fadli mengharapkan realisasi revitalisasi tersebut dapat dipercepat karena pembiayaannya tidak bergantung pada siklus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ia menargetkan proses perbaikan gedung terdampak kebakaran dimulai pada tahun ini sehingga Museum Nasional Indonesia nantinya memiliki ruang pamer dan ruang serbaguna yang lebih besar.
Selain perbaikan gedung, Fadli juga menyebut proses restorasi dan revitalitasi juga akan dilakukan terhadap koleksi emas yang terdampak kebakaran.
Ia berharap proses restorasi dan revitalisasi Museum Nasional Indonesia dapat rampung tahun depan, sehingga seluruh kawasan museum sudah kembali pulih pada 2028, saat usianya menginjak 250 tahun.
"Kita berharap nanti di usia 250 tahun Museum Nasional ini akan kembali, dengan restorasi dan revitalisasi beberapa bagian yang sedang kita perbaiki," ujarnya.
Diketahui, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Museum dan Cagar Budaya telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Yayasan Danantara Trust Fund (Danantara Indonesia Trust) terkait revitalisasi Museum Nasional Indonesia.
Kerja sama Museum dan Cagar Budaya bersama Danantara Indonesia Trust mencakup dukungan terhadap pengembangan fasilitas perpustakaan Museum Nasional Indonesia sebagai pusat pengetahuan dan riset kebudayaan, sekaligus revitalisasi area gedung museum yang terdampak kebakaran agar dapat kembali difungsikan secara optimal sebagai ruang publik budaya.
Ketua Pengurus Danantara Indonesia Trust Nuraini Razak menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Museum dan Cagar Budaya menjadi bagian dari upaya memperkuat akses publik terhadap pengetahuan seni budaya dan ruang pembelajaran yang lebih terbuka bagi masyarakat.
Sementara itu, Chief Executive Officer Danantara sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa seluruh program Danantara Indonesia Trust diarahkan untuk menghasilkan dampak sosial yang berkelanjutan dan berkesinambungan bagi masyarakat Indonesia.