Kemenbud menetapkan lima agenda praktis kerja sama dalam rangka agenda diplomasi kebudayaan yang kontinu, yakni memperkuat jejaring budaya yang berkelanjutan; transmisi pengetahuan dan kapasitas; kolaborasi industri kreatif; memperkuat kerja sama; serta memastikan keberlanjutan dan hasil kerja yang terukur.
Sebagai anggota Komite Antar-Pemerintah UNESCO untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda (2026-2030) mewakili Kelompok Asia-Pasifik, Indonesia menegaskan kesiapannya menjadi jembatan kebudayaan.
Fadli menegaskan Indonesia terus berupaya untuk bekerja berdampingan dengan mitra negara Pasifik, memperkuat perspektif satu sama lain, dan berkontribusi bersama dalam dialog budaya internasional sebagai mitra yang setara.
Sebagai informasi, gelaran seminar 'Beyond the Cultural Exchange' dihadiri oleh Minister for Multi Ethnic Affairs, Heritage & Art of Republic of Fiji Charan Jeath Singh; Charge d'Affaires of Embassy of the Independent State of Papua New Guinea Gregory Hombuahin; Wakil Menteri Dalam Negeri RI (Wamendagri) Ribka Haluk; Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM Nur Saktiningrum; beserta jajaran civitas akademika; delegasi negara sahabat, pelaku budaya; serta peserta delegasi IPCC 2026.
Turut hadir mendampingi Fadli di antaranya Direktur Jenderal (Dirjen) Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan Endah TD Retnoastuti; Penasihat Menteri Bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum Putu Supadma Rudana; Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya; serta jajaran pejabat di lingkungan Kemenbud.