Syahrial menilai, kekayaan produk pangan Kota Padang yang sejalan dengan visi sebagai Gastronomy City merupakan modal penting untuk dikembangkan ke pasar global.

Namun demikian, menurutnya, cita rasa dan keunikan lokal perlu diperkuat dengan konsistensi mutu, keamanan pangan, pemenuhan regulasi teknis, serta kemasan dan penjenamaan (branding).

β€œKita ingin menawarkan the taste of experience, pengalaman cita rasa kuliner Minang yang autentik kepada masyarakat dunia. Namun, di era kompetitif ini, memproduksi makanan lezat saja tidak cukup,” ujar Syahrial.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 211 peserta yang terdiri atas pelaku UMK dan para pemangku kepentingan terkait mengikuti pembekalan mengenai mutu dan standardisasi, persyaratan pasar ekspor, desain kemasan, strategi branding dan marketing produk, serta sesi berbagi pengalaman pelaku usaha yang telah memasuki pasar ekspor.

Melalui sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan terkait, β€œDari Minang Mendunia” diharapkan menjadi momentum untuk mengangkat cita rasa, keunikan, dan identitas lokal menjadi produk yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan siap memenuhi kebutuhan pasar global.

Dengan penguatan mutu, standardisasi, kemasan, branding, serta pemahaman persyaratan pasar tujuan, semakin banyak produk unggulan asal Minang diharapkan mampu naik kelas, menembus pasar internasional, dan membawa identitas Sumatra Barat ke panggung dunia.