NADIKABAR.COM — Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga bahan pokok (bapok) tetap aman menjelang akhir tahun melalui pemantauan perkembangan harga di pasar tradisional menggunakan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri di Sumedang, Kamis, mengatakan pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan perkembangan harga bahan pokok tetap terkendali di berbagai daerah Indonesia.

"Insyaallah aman, nanti kita amankan. Kita akan selalu monitor tentunya. Kita mempunyai sistem SP2KP dan kami akan selalu berkoordinasi juga dengan Badan Pangan Nasional," katanya.

Ia mengatakan SP2KP digunakan untuk mengetahui daerah yang mengalami perubahan harga, termasuk apabila terdapat komoditas pangan yang menunjukkan kecenderungan mengalami kenaikan.

Menurut dia, Kemendag akan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan daerah yang mengalami kenaikan harga untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga sehingga tidak memicu kenaikan harga secara berkelanjutan.

"Jadi kalau SP2KP kan kita mempunyai sistemnya dan insyaallah nanti untuk daerah-daerah yang kelihatannya harganya sedang naik kita akan berkoordinasi sehingga pasokannya juga aman," ujarnya.

Ia mengatakan pengamanan pasokan menjadi salah satu perhatian pemerintah karena ketersediaan barang turut mempengaruhi perkembangan harga pangan secara keseluruhan di pasar, khususnya menjelang akhir tahun ketika kebutuhan masyarakat dapat meningkat.

Kemendag juga berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional untuk memastikan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok dilakukan di berbagai daerah dari Sabang hingga Merauke sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas perdagangan dalam negeri.

"Kita akan selalu monitor tentunya," kata dia.

Kemendag memastikan pemantauan harga dan ketersediaan bapok terus dilakukan untuk mengetahui perubahan harga di daerah serta menindaklanjuti potensi kenaikan melalui koordinasi pengamanan pasokan menjelang akhir tahun.