Selain itu, Tito juga menyampaikan masukan kepada Amalia agar menyusun instrumen penilaian yang dapat digunakan secara mingguan. Langkah ini diperlukan karena data inflasi daerah sebelumnya dirilis sebulan sekali, sedangkan dinamika harga di daerah berlangsung secara cepat.
Melalui diskusi serta kerja sama antara Kemendagri dan BPS, Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang memuat perkembangan komoditas pangan yang berpengaruh terhadap inflasi dikembangkan. Data tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk memantau dan mengevaluasi pengendalian inflasi di daerah.
Adapun pemantauan dan evaluasi pengendalian inflasi ini termasuk pada komponen volatile food, administered prices, dan core inflation. Data tersebut juga digunakan Kemendagri dalam mengevaluasi kinerja Penjabat (Pj.) Kepala Daerah beberapa waktu lalu.
"Alhamdulillah dengan kerja sama seperti itu, karena dapat diagnosa yang tepat daerah mana yang tinggi, penyebabnya apa, maka terapinya juga bagus. Alhamdulillah [angka inflasi] bisa terkendali di angka yang dalam range 1,5 sampai 3,5 persen," ungkap Tito.