Rinciannya, program revitalisasi diberikan kepada 43 PAUD dengan anggaran sebesar Rp 15,83 miliar, 234 SD sebesar Rp 160,73 miliar, 174 SMP sebesar Rp 248,58 miliar, 64 SMA sebesar Rp 75,96 miliar, 44 SMK sebesar Rp 64,75 miliar, sembilan SLB sebesar Rp 16,47 miliar, serta delapan SKB/PKBM sebesar Rp 6,9 miliar.

Selain itu, dilakukan pembangunan empat Unit Sekolah Baru (USB) di NTT dengan anggaran Rp 14,3 miliar. Jumlah tersebut terdiri atas tiga PAUD dan satu SMA di Kabupaten Malaka, Timor Tengah Utara, dan Sumba Barat.

Selain itu, Gogot menyampaikan sekolah-sekolah di NTT juga sudah menerima bantuan digitalisasi pembelajaran senilai Rp 297,27 miliar pada 2025 dengan jangkauan 8.985 sekolah.

"Anak-anak kita membutuhkan ruang belajar yang aman dan nyaman, tetapi pada saat yang sama mereka juga berhak mendapatkan akses terhadap pembelajaran yang semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, revitalisasi dan digitalisasi bukanlah pilihan salah satu. Keduanya berjalan bersama untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, termasuk bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur," lanjutnya.