"Bahasa merupakan alat komunikasi. Karena itu, di kelas III, kami secara sengaja mengurangi penekanan pada tata bahasa dan lebih mengutamakan keterampilan menyimak, berbicara, lagu, permainan, serta membangun kepercayaan diri," ujar Wamendikdasmen Atip.
Guna mendukung penerapan kebijakan tersebut, pihaknya menargetkan penyiapan sekitar 10 ribu guru SD pada tahun ini melalui program nasional yang melibatkan perguruan tinggi.
Penyiapan guru tersebut, lanjutnya, dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan sekitar 150 ribu guru Bahasa Inggris di seluruh SD, dengan sasaran satu guru untuk setiap sekolah.
Kemendikdasmen juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan kabupaten untuk memetakan kebutuhan guru sehingga penempatannya sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.
Wamendikdasmen Atip menyebutkan sekitar 58 ribu SD dijadwalkan mulai menerapkan pembelajaran Bahasa Inggris pada tahun ajaran 2027/2028