NADIKABAR.COM β€” Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) siap membuka kembali penjurusan di jenjang pendidikan sekolah menengah atas (SMA) melalui jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa, mulai tahun ajaran 2027/2028.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pembukaan kembali jurusan tersebut bertujuan memperkuat pengetahuan dasar murid jenjang pendidikan SMA agar lebih siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sesuai bidang keilmuan yang diminati.

"Yang nanti juga akan kami berlakukan mulai tahun pelajaran 2027/2028 adalah dibukanya kembali jurusan. Ini paling tidak ada jurusan yang sudah biasa dulu diselenggarakan: IPA, IPS, dan juga Bahasa," kata Mendikdasmen Mu’ti saat memberi arahan dalam kegiatan Koordinasi dan Penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bantuan Pemerintah Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI) di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan pihaknya saat ini tengah merancang kemungkinan modifikasi penjurusan dengan mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan serta kesiapan murid SMA untuk memasuki jenjang pendidikan perguruan tinggi.

Menurut Mu'ti, salah satu pertimbangan pembukaan kembali jurusan adalah kondisi pengetahuan dasar (foundational knowledge) mahasiswa baru yang dinilai belum sesuai dengan harapan.

Pihaknya menilai penguatan pengetahuan dasar sejak jenjang SMA diperlukan agar mahasiswa memiliki bekal keilmuan yang lebih baik ketika memasuki pendidikan tinggi.

"Dengan dibukanya kembali jurusan, kami tentu saja berharap agar para murid, khususnya SMA, memiliki basis knowledge yang lebih baik, sehingga ketika mereka masuk ke jenjang perguruan tinggi akan lebih siap lagi sesuai dengan bidang keilmuannya," ujar Mu'ti.

Ia menjelaskan arah kebijakan penjurusan tersebut sebenarnya telah mulai dibangun secara bertahap melalui pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan sejak tahun lalu.

Dalam TKA, kata Mu'ti, murid juga mengikuti mata pelajaran pilihan yang dapat disesuaikan dengan orientasi studi mereka ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Lebih lanjut, Mu'ti mengatakan hasil TKA mulai dimanfaatkan sebagai salah satu aspek dalam penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi melalui jalur non tes.

Dengan demikian, penguatan penjurusan di jenjang pendidikan SMA diharapkan dapat berjalan selaras dengan persiapan murid memasuki pendidikan tinggi, baik dari sisi penguasaan materi maupun pilihan bidang keilmuan.