NADIKABAR.COM β€” Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan para duta bahasa berperan strategis dalam memperkuat edukasi melalui sosialisasi program pemerintah untuk penguatan, pembinaan, serta pelindungan Bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.

β€œDuta bahasa akan menjadi agen perubahan, sosialisasi, dan edukasi program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan juga dalam rangka penguatan, pembinaan, dan pelindungan bahasa,” ujar Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen Hafidz Muksin.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Puncak Penganugerahan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026 di Jakarta Pusat, Jumat.

Ia mengatakan duta bahasa juga diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik, benar, cerdas, dan santun.

Selain itu, lanjutnya, duta bahasa memiliki peran sebagai jembatan antargenerasi dan antarkomunitas dengan menghubungkan bahasa dengan berbagai bidang, mulai dari pendidikan, seni, budaya, teknologi, hingga industri kreatif.

Hafidz juga mendorong duta bahasa menjadi penggerak literasi bersama komunitas melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan masyarakat.

Aktivitas tersebut, kata dia, dapat diwujudkan melalui penyelenggaraan lomba, kampanye, hingga pembuatan konten kreatif untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap literasi dan bahasa.

β€œSelain itu menjadi mitra strategis bagi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan juga Badan Bahasa serta masyarakat dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” katanya.

Menurut Hafidz, peran tersebut penting agar keberadaan duta bahasa tidak berhenti pada ajang pemilihan, tetapi berlanjut melalui kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Ia berharap para duta bahasa dapat membangun kolaborasi dengan berbagai komunitas dan pemangku kepentingan untuk memperkuat penggunaan bahasa Indonesia sekaligus mendorong gerakan literasi yang relevan dengan perkembangan zaman.