NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan minat murid terhadap bidang riset dan inovasi mengalami pertumbuhan melalui peningkatan jumlah pendaftar Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tahun ini yang mencapai 39.300 murid.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta Pusat pada Senin mengatakan pembinaan talenta riset perlu berlanjut setelah kompetisi berakhir.
Pemerintah, kata Mu’ti, menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari uang pembinaan dan bantuan bagi satuan pendidikan, pengembangan kompetensi melalui Bina Talenta Indonesia, Beasiswa Talenta Indonesia untuk jenjang sarjana di dalam maupun luar negeri, hingga peluang mengikuti jalur prestasi masuk perguruan tinggi.
Ia mengatakan para pemenang akan memperoleh kesempatan untuk mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia dari Kemendikdasmen melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Beasiswa ini, imbuhnya, dirancang khusus untuk memberikan pendanaan pendidikan jenjang Sarjana (S1) atau Sarjana Terapan (D4), baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
“Medali bukan akhir perjalanan. Prestasi hari ini adalah pintu masuk menuju kesempatan berikutnya untuk belajar lebih jauh, mengembangkan talenta, memperoleh pengalaman baru, dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Bagi sebagian talenta, ini juga menjadi kesempatan membawa nama Indonesia ke panggung internasional,” ujar Mendikdasmen Mu'ti.
Kepada seluruh peserta OPSI, Mendikdasmen pun berpesan agar menjadikan pengalaman penelitian sebagai bagian dari proses membangun karakter.
“Jadikan OPSI bukan hanya sebagai kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun karakter. Karakter adalah fondasi dari setiap prestasi,” kata Mu'ti.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen Suharti menyampaikan bahwa penyelenggaraan OPSI memberi ruang kepada murid untuk mengembangkan rasa ingin tahu, berpikir kritis dan sistematis, menganalisis persoalan berdasarkan data, membangun gagasan, serta menghasilkan karya dan solusi yang kreatif, inovatif, dan bermanfaat bagi kehidupan.
Berkenaan dengan tahun ini, pihaknya mencatat jumlah pendaftar OPSI mengalami peningkatkan apabila dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya berjumlah 26.723 murid.
Pada tingkat nasional, ia menjelaskan OPSI 2026 diikuti sebanyak 125 tim finalis atau 250 murid yang berasal dari 24 provinsi dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Malaysia.
“Finalis terdiri atas 60 tim jenjang SMP/MTs/Sederajat dan 65 tim jenjang SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat yang berkompetisi dalam berbagai bidang penelitian,” kata Suharti.
Sebagai dukungan akan praktik penelitian, Kemendikdasmen juga mengembangkan pembinaan talenta melalui kerja sama Kemendikdasmen dengan BRIN dalam penyelenggaraan/pembinaan OPSI.