Menurut Nunuk, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, sehingga teknologi tersebut perlu dipahami dan digunakan secara tepat.
βIni isu yang sangat penting dan sangat sensitif dan strategis. Jadi bukan hanya penting tapi sensitif. Kenapa sensitif? Karena memang kita juga guru harus pandai memilah dan menyaring,β ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi mengatakan Program Terpujilah Guru berlangsung sejak Mei 2026, yang menjangkau lebih dari 3.800 guru SMA, SMK, dan MA melalui kegiatan roadshow di Kabupaten Bogor, Sumedang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Ambon, Jakarta, Bandung, Medan dan Batam, serta pembelajaran daring.
Ia menyebutkan sebanyak 1.500 peserta terpilih mengikuti proses bertahap, mulai dari seleksi, akademi daring bagi 400 guru, pendampingan untuk 80 guru, hingga pelatihan intensif secara luring bagi 12 finalis terbaik di Jakarta.