Ia menjelaskan peserta yang terdiri atas kepala sekolah, ketua tim perencana, dan penanggung jawab teknis mendapatkan pembekalan mengenai perencanaan, pekerjaan konstruksi, administrasi, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.
Tatang menegaskan keberhasilan program revitalisasi tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga kemampuan sekolah mengelola bantuan secara tertib dan akuntabel.
"Keberhasilan penyaluran bantuan pemerintah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan sekaligus mengelola sarana dan prasarana dengan tertib, cermat, dan akuntabel," ujarnya.
Ia meminta seluruh sekolah penerima bantuan menjalankan proses revitalisasi secara transparan dan menolak segala bentuk permintaan biaya di luar ketentuan.
Melalui program revitalisasi tersebut, Kemendikdasmen berharap ketersediaan sarana dan prasarana SMK semakin sesuai dengan kebutuhan pembelajaran vokasi, sehingga peserta didik dapat mengembangkan kompetensi dan keterampilan secara optimal.