NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) siap mengangkat hingga memberikan penghargaan atas kisah dedikasi para guru sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Guru Nasional 2026.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi guna menyeleksi para guru yang layak menerima penghargaan pada puncak perayaan Hari Guru Nasional, yang akan berlangsung pada 25-26 November dan direncanakan hadir Presiden Prabowo Subianto.
“Semua ini kami rangkum dalam satu tema, tema tahun ini masih sama dengan tahun yang lalu, yaitu Guru Hebat Indonesia Kuat,” kata Nunuk dalam kegiatan Peluncuran Bulan Guru Nasional di SMP Negeri 216 Jakarta Pusat pada Jumat.
Ia menjelaskan kampanye tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi guru dan tenaga kependidikan, sekaligus sarana untuk menyampaikan capaian program prioritas Kemendikdasmen di bidang guru dan tenaga kependidikan.
Nunuk berharap para guru dapat terus belajar, berbagi pengalaman, dan saling menginspirasi, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga pendidikan bermutu dapat dirasakan seluruh anak Indonesia.
Ia menambahkan rangkaian kegiatan Bulan Guru tahun ini mengusung tema "Guru Hebat Indonesia Kuat" sama seperti tahun sebelumnya.
Pada tingkat pusat, Kemendikdasmen menyiapkan kerangka kegiatan dan kampanye nasional dengan mengangkat kisah inspiratif guru serta menyampaikan capaian program prioritas, khususnya yang berkaitan dengan guru dan tenaga kependidikan.
Rangkaian kegiatan tersebut juga mencakup kampanye dari sekolah dan gerakan kembali ke sekolah, serta penyelenggaraan Pekan Guru Fest sebagai ruang belajar bersama bagi para pendidik dan masyarakat.
Menurut Nunuk, Pekan Guru Fest dirancang untuk mempertemukan guru, tenaga kependidikan, masyarakat, praktisi, komunitas, dan mitra pembangunan pendidikan dalam berbagai kegiatan yang mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
Kegiatan tersebut memadukan beragam aktivitas, mulai dari diskusi melalui temu wicara, lokakarya, berbagi praktik baik, aktivitas literasi, hingga menonton bersama guru dan murid serta jalan santai bersama guru.