"Mengapa harus lebih awal? Karena dengan mendaftar lebih awal, sekolah memiliki waktu yang cukup untuk mengecek kembali data, menyiapkan sarana dan prasarana, mempersiapkan guru, dan yang paling penting, mendampingi murid kita dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Menurut dia, kesiapan menghadapi TKA juga tidak semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan ujian, tetapi harus menjadi bagian dari upaya memperkuat proses pembelajaran di sekolah.
Ia meminta sekolah tidak menjadikan persiapan TKA sekadar kegiatan latihan soal, melainkan memanfaatkan evaluasi hasil TKA sebelumnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Yang jauh lebih penting adalah memperkuat proses pembelajaran. Kita bantu para siswa memahami konsep, membangun kemampuan bernalar, membaca dengan baik, dan menguasai numerasi," katanya.
Sejumlah sekolah mulai memastikan kesiapan teknis mengikuti simulasi TKA.
Kepala SMKN 1 Monta, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat Olan Wardiansyah mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kantor cabang dinas (KCD) wilayah untuk memastikan tidak terdapat kendala teknis saat TKA.