NADIKABAR.COM — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN terus menjalin kemitraan global untuk kapitalisasi bonus demografi agar jumlah penduduk usia produktif yang saat ini mendominasi dapat dimanfaatkan potensinya secara optimal guna mencapai Indonesia Emas.
"Saat ini Indonesia tengah memasuki masa bonus demografi, tetapi kita juga tahu bahwa ada begitu banyak tantangan yang dihadapi, sehingga membutuhkan kolaborasi bersama, tidak hanya pemerintah pusat, tetapi juga lembaga-lembaga di bawah PBB untuk bersama-sama menjalankan program-program terkait pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana, termasuk salah satunya pencegahan stunting," kata Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka di Jakarta pada Kamis.
Selama ini pihaknya telah menjalin berbagai kolaborasi dengan lembaga-lembaga seperti Dana Kependudukan PBB (UNFPA) dan Dana Anak PBB (UNICEF) untuk meningkatkan kualitas generasi masa depan bangsa melalui berbagai program.
"Termasuk juga tentang anak-anak muda, kemudian dari UNICEF tentu saja program tentang anak-anak, termasuk remaja ada di dalamnya, dan salah satunya Generasi Berencana (Genre) itu agar bagaimana kita bisa memanfaatkan bonus demografi ini," ujar Wamendukbangga.