NADIKABAR.COM — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN melalui Program SIAP Impact 2026 membantu generasi Z dan generasi muda, khususnya usia 20-24 untuk mempersiapkan masa depan, mulai dari kehidupan berkeluarga, sosial, dan digital.

Siap Impact merupakan program yang menekankan pada pendekatan siklus hidup pembangunan manusia, di mana Indonesia saat ini sedang berada pada momentum penting ketika mayoritas penduduknya berada pada usia produktif. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 284,67 juta jiwa, dengan sekitar 68,94 persen berada pada rentang usia produktif.

"SIAP Impact ini mencakup empat hal, mulai dari kesiapan individual, berkeluarga, bersosial, dan berdigital, yang dilakukan secara bertahap melalui pengenalan potensi, penguatan kapasitas, pemberian pengalaman untuk mengaplikasikan kemampuan, serta fasilitasi akses dengan mitra industri," ujar Deputi Bidang Kebijakan Strategi Pembangunan Keluarga, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Ukik Kusuma Kurniawan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ukik mengemukakan, upaya menyiapkan generasi muda juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri. Melalui SIAP Impact, Kemendukbangga/BKKBN berupaya menjembatani kebutuhan tersebut agar mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga mampu menghadapi tantangan kehidupan.

"Diperlukan kemampuan kita untuk memahami diri, belajar dari pengalaman, beradaptasi, membangun relasi hubungan, bekerja, berkolaborasi, dan mengambil keputusan," katanya.

Sementara itu, Lead Advisor SIAP Impact 2026 Fitrie Arianti menyampaikan konsep "Discover Yourself, Develop Yourself, Showcase Your Impact, Connect to Opportunities" yang mendorong generasi muda untuk mengenali potensi, mengembangkan kapasitas melalui pengalaman, menunjukkan gagasan dan dampak, hingga terhubung dengan peluang di dunia nyata.

"Kami ingin generasi muda tidak berhenti pada tahap mengenali potensi, tetapi berani mengembangkan kemampuan, menunjukkan dampak, dan membuka diri terhadap berbagai peluang yang ada," ujar Fitrie.

Bekal bagi generasi muda untuk menyambut masa depan kemudian diperkuat melalui bootcamp untuk mengembangkan kapasitas berpikir, pengambilan keputusan, dan kesiapan hidup di tengah perubahan yang cepat, serta tantangan berinovasi sebagai ruang aktualisasi gagasan mahasiswa.

Melalui rangkaian tersebut, Kemendukbangga/BKKBN mendorong generasi muda bergerak dari potensi menuju kapasitas, pengalaman, dan dampak, karena generasi yang siap di masa depan bukan hanya generasi yang siap bekerja, melainkan juga siap menjalani kehidupan dan menciptakan dampak bagi Indonesia.