Buku Braille Seri Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Penyandang Disabilitas Netra disusun oleh Kedeputian Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN melalui Direktorat Bina Kesehatan Reproduksi, yang bekerja sama dengan Sentra Wyata Guna Bandung Kementerian Sosial, Organisasi Disabilitas Netra, serta pakar di bidang kesehatan reproduksi.

Di kesempatan yang sama, Buku Braille Seri Edukasi Kesehatan Reproduksi juga diberikan secara simbolis kepada Komisi Nasional Disabilitas (KND), Yayasan Mitra Netra, dan Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI).

Sementara itu, mahasiswa penyandang disabilitas sejak lahir Muhammad Rayhan (20), memberikan pandangan setelah membaca Buku Braille Seri Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Penyandang Disabilitas Netra.

"Ketika saya diminta untuk membaca buku tentang kesehatan reproduksi ini, awalnya saya berpikir bahwa ini konten yang sangat tabu, tidak bisa dibicarakan di sembarang tempat. Tapi ternyata setelah saya membaca bukunya, banyak sekali wawasan yang saya dapat. Tidak hanya membahas soal kesehatan reproduksi, buku ini juga membahas bagaimana cara kita mengatur waktu dalam dunia digital, lalu ada hak asasi manusia, prinsip dasarnya, beserta nilai-nilai yang ada," kata Rayhan.