NADIKABAR.COM — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui program prioritas, mulai dari pencegahan stunting, pengasuhan anak, peningkatan peran ayah, hingga pemberdayaan lanjut usia.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan penguatan keluarga menjadi fondasi pembangunan manusia menuju Indonesia Emas 2045.
"Keluarga adalah unit terkecil dan terendah, jadi kalau mau memperbaiki negara, kita perlu memperbaiki keluarga," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Salah satu program yang dijalankan adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Hingga 1 Oktober 2026, program tersebut telah menjangkau 1.197.285 keluarga dengan total 2.377.967 bantuan berupa edukasi, dukungan nutrisi, akses air bersih, jamban sehat, rumah layak huni, dan pemberdayaan ekonomi.
Melalui Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Kemendukbangga/BKKBN mencatat 3.456 layanan yang telah memberikan manfaat kepada 35.052 anak dengan dukungan 10.589 pengasuh hingga September 2026.
Sementara itu, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) telah menjangkau 3.179.756 ayah dan calon ayah melalui edukasi hingga 8 Oktober 2026. Program ini mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendampingan anak.
Program Lansia Berdaya (SIDAYA) juga mencakup pemeriksaan kesehatan bagi 743.377 lansia hingga September 2026, serta pendampingan perawatan jangka panjang yang melibatkan 125.884 kader.
Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN mengembangkan AI-SuperApps Tentang Keluarga untuk menyediakan layanan informasi, konsultasi, dan pendampingan keluarga berbasis teknologi digital.
Kemendukbangga/BKKBN turut mendukung distribusi Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (MBG 3B). Berdasarkan data Badan Gizi Nasional per September 2026, program tersebut menjangkau 10.930.321 penerima manfaat dengan dukungan 151.396 anggota Tim Pendamping Keluarga.
Wihaji mengatakan, distribusi makanan bergizi juga disertai edukasi untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.
Melalui berbagai program tersebut, Kemendukbangga/BKKBN mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.