Ia menambahkan ketahanan keluarga juga menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen.

Di tengah perubahan peradaban digital, menyiapkan generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar bekal pendidikan dan karier, namun juga kesiapan menjalani kehidupan.

Menteri Wihaji pun menyoroti penggunaan telepon seluler selama 8–10 jam sehari yang turut memengaruhi pola pikir dan perilaku remaja, termasuk kesehatan mental.

Karena itu, pembekalan generasi muda perlu mencakup kemampuan memahami diri, menghadapi perubahan, dan membangun masa depan dengan cara yang baru.