NADIKABAR.COM — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) meningkatkan kapasitas 80 pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, sebagai bagian dari upaya memulihkan produktivitas usaha dan memperluas peluang pasar pascabencana.

Kepala Biro Hukum Kementerian Ekonomi Kreatif Moch. Nurul Huda mengatakan penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif selain dalam menyediakan infrastruktur juga perlu diikuti dengan program yang menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat setelah terdampak bencana.

“Fasilitas fisik semata tidak akan optimal tanpa adanya program yang menghidupkannya. Oleh karena itu, kegiatan aktivasi ini sangat penting agar ruang kreatif benar-benar memberi dampak nyata bagi kemajuan daerah,” kata Nurul Huda dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Hal tersebut dilakukan melalui program Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih yang merupakan bagian dari rangkaian “Ekraf Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya” di Hall IKK Area Kantor Bupati Padang Pariaman, Parit Malintang, pada 18–19 September 2026.

Menurutnya dengan adanya program produktif, memastikan ruang kreatif menjadi tempat tumbuhnya kolaborasi antarpelaku ekonomi kreatif untuk mempertemukan ide, kolaborasi, dan peningkatan produktivitas pelaku usaha.

Sebanyak 80 pelaku ekonomi kreatif mengikuti pelatihan selama dua hari dengan latar belakang usaha yang beragam, mulai dari kuliner, fotografi, pembuatan konten, kriya, hingga seni pertunjukan.

Materi yang diberikan mencakup pengembangan produk lokal, manajemen usaha, penggalian potensi ekonomi kreatif nagari, riset pasar, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk mendukung pengembangan produk.