NADIKABAR.COM β€” Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong perluasan pasar komoditas unggulan Maluku Utara dari subsektor kuliner dan kriya berbasis potensi alam lokal seperti kelor dan kenari menjadi produk ekonomi kreatif (ekraf) bernilai tambah tinggi dengan sentuhan narasi atau storytelling melalui karya desain visual.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar mengatakan Maluku Utara memiliki prospek cerah dari komoditas unggulan untuk dikembangkan menjadi produk ekraf bernilai tambah tinggi melalui sentuhan desain kemasan (packaging) dan narasi produk yang kuat.

β€œPotensi Maluku Utara luar biasa besar. Di sini banyak daun kelor dan kenari yang di luar dikenal sebagai superfood dan sangat dicari. Yang perlu kita lakukan bersama adalah gotong royong dan berkolaborasi untuk meningkatkan packaging serta storytelling agar potensi ini dapat dikenal lebih luas, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga dunia,” kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Ia juga mengatakan pemanfaatan kreativitas seni melalui kapal nelayan di Ternate untuk bisa semakin memperkuat identitas daerah sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang inklusif.