NADIKABAR.COM β€” Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong regenerasi penulis muda untuk meningkatkan industri penerbitan dengan memperluas ruang bagi anak-anak untuk menciptakan dan mengembangkan karya sejak dini.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan, penguatan ekosistem penerbitan perlu dimulai dengan mendorong anak tidak hanya menjadi konsumen buku, tetapi juga pencipta karya.

β€œDari kebiasaan menulis, menggambar, bercerita, dan berbagi gagasan sejak kecil, kita sedang membangun fondasi generasi kreatif Indonesia yang nantinya mampu menciptakan karya untuk Indonesia bahkan bagi dunia,” ujar Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Menurut Irene, pengembangan talenta sejak dini dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi subsektor penerbitan terhadap ekonomi kreatif nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang dikutip Kementerian Ekraf, subsektor penerbitan mencatatkan produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp94,02 triliun pada 2025, meningkat dari Rp91,42 triliun pada 2024.

Subsektor tersebut menyumbang 5,35 persen terhadap total PDB ekonomi kreatif nasional dengan pertumbuhan sebesar 3 persen pada 2025.