"Program seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya membutuhkan pendampingan dalam memulai usaha, tetapi juga ruang untuk menunjukkan bahwa kreativitas mereka dihargai dan memiliki wadah untuk berkembang. Mahasiswa sekarang membutuhkan pelatihan yang disertai praktik. Mereka perlu mendapatkan tantangan untuk menghasilkan sesuatu secara langsung," kata Rita.
Menurut Rita, mahasiswa binaan kampus telah memperoleh pendampingan dan bantuan modal usaha selama dua tahun melalui pusat inkubator bisnis.
Ia berharap program seperti ini dapat terus diselenggarakan setiap tahun, agar semakin banyak mahasiswa yang berani mengembangkan usaha dan menghasilkan produk kreatif.
Kemenekraf berharap fasilitasi melalui IDE.IND dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah, memperluas jejaring bisnis, serta mendorong semakin banyak jenama lokal tumbuh menjadi usaha kreatif yang berdaya saing di pasar nasional hingga global.