βSaya memiliki usaha konveksi skala kecil yaitu Nena Collection yang sudah berdiri sejak tahun 2000 dan telah mengalami pasang surut ekonomi dihantam bencana gempa 2006, pandemi Covid-19, namun alhamdulillah masih dapat bertahan hingga saat iniβ, ujar Erna.
Sebagai penyintas gempa bumi Yogyakarta tahun 2006 yang kehilangan tempat tinggalnya di Kabupaten Bantul, Erna terinspirasi untuk memanfaatkan limbah kain yang tidak terpakai menjadi produk bernilai guna.
Melalui Nena Collection, Erna menerapkan prinsip produksi minim limbah sekaligus pemberdayaan inklusif. Saat ini, tiga dari 13 karyawan yang bekerja di usahanya merupakan penyandang disabilitas.
Produk Nena Collection telah dipasarkan di dalam negeri dan secara rutin diekspor ke sejumlah negKemenekraf gelar pelatihan dan sertifikasi pelaku fesyen di Yogyakartaara, termasuk Jepang.