NADIKABAR.COM β Kementerian Ekonomi Kreatif mengakselerasi 46 jenama binaan untuk memperluas penetrasi produk kreatif Indonesia di pasar internasional sekaligus mendorong keberlanjutan ekspor melalui partisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya mengatakan partisipasi jenama kreatif Indonesia di TEI 2026 tidak hanya untuk diperkenalkan tapi juga untuk menggaet potensi pasar global dan menghasilkan transaksi ekspor yang berkelanjutan.
βTarget kita bukan sekadar memperkenalkan produk kreatif Indonesia ke pasar global, tetapi memastikan produk tersebut mampu menghasilkan transaksi ekspor yang berkelanjutan. Melalui Program ASIK dan Partisipasi Trade Expo Indonesia 2026 yang merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat kesiapan ekspor, membuka akses ke pembeli internasional, serta mendorong jenama lokal tumbuh menjadi pemain global,β ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Keikutsertaan Kementerian Ekraf dalam ajang ini menjadi bagian dari kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan untuk memperluas akses pasar internasional bagi produk kreatif Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf untuk periode JanuariβApril 2026, Amerika Serikat menjadi negara tujuan utama ekspor ekonomi kreatif Indonesia dengan nilai mencapai 3,31 miliar dolar AS. Ekspor tersebut didominasi subsektor fesyen senilai 2,80 miliar dolar AS, disusul kriya sebesar 480 juta dolar AS dan kuliner sebesar 15,55 juta dolar AS.