NADIKABAR.COM — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat ekosistem halal sebagai langkah strategis menaikkan kelas dan daya saing produk ekonomi kreatif Indonesia di pasar global.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa lonjakan industri halal global merupakan peluang eksponensial bagi produk ekonomi kreatif nasional.
"Ekosistem industri halal dunia ini luar biasa besar. Saya sudah menyaksikan langsung bagaimana negara-negara sangat antusias dan ingin sekali memperkuat perlindungan dalam ekosistem halal dunia ini. Ini sebenarnya menjadi ekosistem bisnis yang luar biasa," sebut Riefky, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan sertifikasi halal tidak lagi sekadar pemenuhan administratif, melainkan instrumen meningkatkan nilai suatu jenama (brand value) yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka pintu ekspor.
Ia menambahkan standar halal telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup global (global lifestyle) yang berkaitan erat dengan standar kualitas, keamanan, dan higienitas.
Potensi besar ini menjadi celah strategis bagi 17 subsektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor kuliner dan modest fesyen, untuk mendominasi pasar domestik dan global.