Menurut dia, pendekatan promosi perlu mempertimbangkan karakter dan strategi masing-masing pelaku usaha agar kolaborasi yang dijalankan dapat memberikan nilai tambah.
“Kami melihat peluang untuk berkolaborasi dalam promosi dengan mengidentifikasi pelaku usaha ekonomi kreatif yang potensial untuk difasilitasi. Pelaksanaannya tentu perlu menyesuaikan kebutuhan, karakter, dan keputusan masing-masing pelaku usaha. Pada prinsipnya, idEA ingin menghadirkan nilai tambah melalui kolaborasi yang tepat,” ujar Budi.
Harbolnas pertama kali digelar pada 12 Desember 2012 dengan melibatkan enam perusahaan e-commerce yang tergabung dalam idEA. Seiring perkembangannya, kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian, untuk memperluas partisipasi pelaku usaha dan mendorong transaksi belanja daring.