NADIKABAR.COM β Kementerian Ekonomi Kreatif telah menetapkan dua kabupaten dan kota yang akan diusulkan menjadi nominasi anggota UNESCO Creative City Network (UCCN) untuk 2027 yakni Kabupaten Bantul dengan bidang Craft dan Folk Art serta Kota Padang dengan bidang Gastronomi.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, serangkaian proses seleksi telah dilakukan Kementerian Ekraf selaku focal point nasional untuk UCCN dengan membentuk Panitia Seleksi Nasional UCCN yang ditunjuk oleh Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) sejak Agustus-September 2026.
βSetelah melalui proses panjang dan menerima hasil penilaian dari Pansel Nas hari ini kami mengumumkan dua kota sebagai perwakilan resmi Indonesia untuk mengikuti proses seleksi UNESCO Creative City Network 2027 yang pertama Kabupaten Bantul dengan bidang Craft and Folk Art, yang kedua Kota Padang dengan bidang Gastronomi,β kata Riefky dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Pengusulan calon anggota UCCN dilaksanakan setiap 2 tahun sekali oleh UNESCO dan setiap negara hanya bisa mengusulkan maksimal dua kota kabupaten dengan dua bidang kreatifitas berbeda.
Kabupaten Bantul dipilih karena mengedepankan sektor kriya baik dari serat alam, batu dan kulit yang berorientasi ekspor, serta memadukan warisan budaya Kesultanan Mataram dengan ekonomi sirkular dan restorasi ekologis
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, Bantul memiliki ekosistem ekspor ke lebih dari 30 negara dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten dari sektor ekonomi kreatif sebesar 14,77 persen.
Sektor ekonomi kreatif Bantul juga diisi oleh 45 persen perajin perempuan dan memberi ruang pada pekerja penyandang disabilitas dan meningkatkan keterlibatan generasi muda.
βBantul secara khusus adalah serat alam terdiri dari bambu, eceng gondok pelepah pisang, pandan termasuk pandan laut dan multiserat, telah menghasilkan satu kinerja ekspor sebesar 6,71 dolar AS ke 38 negara, jadi kami yakin bahwa Craft and folk art Kabupaten Bantul ini kedepan bisa semakin kuat,β kata Abdul Halim.
Sementara Kota Padang dipilih karena memadukan sejarah perdagangan dan harmoni multi etnis dengan tradisi kuliner yang bertahan turun temurun yang memiliki nilai filosofis tinggi.
Padang juga disebut memiliki sistem ekonomi terintegrasi yang menyerap lebih dari 53.000 tenaga kerja, serta potensi pasar ekspor bumbu ke internasional.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, sejumlah kegiatan kreatif akan disiapkan untuk menguatkan profil daerah yang menggerakkan UMKM terutama di sektor kuliner yang mendominasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 160 miliar.
βDari Rp160 miliar PAD Kota Padang di ekosistem ekonomi kreatif, 53 persennya itu adalah dari kulineri,β kata Fadly.
Riefky mengatakan, penetapan dua kota Indonesia sebagai anggota UCCN 2027 diharapkan tidak hanya berhenti pada status global namun juga harus memiliki dampak ekonomi termasuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kontribusi terhadap PDRB daerah yang akan menjadi penyumbang PDB nasional.
Kemenekraf juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan bagi dua kabupaten kota yang menjadi kandidat untuk mendapatkan surat rekomendasi dari sejumlah kota dan negara yang telah menjadi anggota UCCN sebagai salah satu syarat dukungan yang ditetapkan UNESCO.
βKami akan mendampingi, memfasilitasi Bupati Bantul dan Wali Kota Padang untuk bertemu dengan Kemlu yang juga khusus untuk ekonomi kreatif dan memetakan mana dari 408 anggota UCCN yang bisa dihubungkan ke KBRI atau KJRI kita,β kata Riefky.
Sebelumnya Indonesia telah mengantarkan 7 kota yang menjadi bagian dari UCCN, yakni Kota Bandung di bidang kreatifitas desain, Kota Ambon bidang kreatifitas musik, Kota Jakarta bidang kreatif literasi, Kota Malang bidang kreatif seni media, serta Kota Pekalongan, Surakarta dan Kabupaten Ponorogo bidang kreatif kriya dan kesenian rakyat.