NADIKABAR.COM — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mulai memperkuat koordinasi dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk menghadapi penyelenggaraan Haji 1448 H/2027 M. Sinergi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan jemaah sekaligus memperbaiki berbagai aspek layanan berdasarkan evaluasi penyelenggaraan haji sebelumnya.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Rabu (26/8/2026), Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, evaluasi Haji 1447 H harus menjadi pijakan dalam melakukan pembenahan untuk musim haji berikutnya. Hal itu disampaikan dalam Silaturahmi Akbar dan Rapat Koordinasi KBIHU se-Jawa Timur di Surabaya, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kelancaran keberangkatan dan kepulangan jemaah. Aspek pembinaan, perlindungan, kesehatan, ketertiban data, hingga kepatuhan seluruh pihak yang terlibat juga menjadi perhatian.
"Fokus kita bukan hanya keberangkatan dan pemulangan, tetapi juga kualitas pembinaan, perlindungan jemaah, ketertiban data, kesehatan, dan kepatuhan seluruh ekosistem layanan," ujar Menhaj Gus Irfan.
Pada operasional Haji 1447 H, Embarkasi dan Debarkasi Surabaya melayani 116 kloter yang terdiri atas 43.537 jemaah dan 463 petugas kloter.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 39.462 jemaah atau sekitar 91 persen tercatat mengikuti bimbingan melalui KBIHU. Tingginya jumlah jemaah yang tergabung dalam KBIHU membuat kelompok tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pembinaan dan kesiapan jemaah.
Karena itu, Kemenhaj mendorong KBIHU tidak hanya berperan sebagai pendamping pembelajaran manasik, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan jemaah memahami seluruh prosedur haji.