Ia menilai pemberian penghargaan itu dapat menjadi cara menumbuhkan budaya tertib dan berkeselamatan lalu lintas.
Aan mengungkapkan, berdasarkan data Korlantas Polri pada tahun 2025 tercatat total kejadian kecelakaan sebanyak 158.508 kejadian, dengan total korban mencapai 238.878 orang. Dari ratusan ribu korban, pelajar masuk kelompok usia rentan menjadi korban kecelakaan lalu lintas.
Dia menegaskan angka kecelakaan dan fatalitas harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama untuk terus ditekan.
"Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi ruang untuk melahirkan calon pemimpin, inovator, dan role model keselamatan lalu lintas yang menginspirasi masyarakat luas,β katanya.
Selain penghargaan untuk pelajar pelopor keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Ditjen Perhubungan Darat turut memberikan penghargaan kepada insan transportasi di lingkungan Kementerian Perhubungan, yakni kategori Terminal Penumpang Tipe A Berbasis Green dan Smart serta Satuan Pelayanan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).
βPemberian penghargaan ini telah melalui proses panjang dan berjenjang yang disertai indikator tertentu di bidang masing-masing," ucap Aan.
Adapun pada kategori Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Nasional 2026, juara terbaik diraih Sem Wibisono S dari SMA Negeri 1 Tanjung Selor, Kalimantan Utara; disusul Fulvya Nasywa dari SMA Islam Al-Azhar 7 Sukoharjo; dan Eshan Abdillah Darutomo dari SMA Negeri 71 Jakarta.