NADIKABAR.COM β Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan keselamatan penerbangan menjadi hal prioritas di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski ratusan penerbangan terdampak penurunan jarak pandang di sejumlah wilayah Kalimantan.
βKeselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan sektor penerbangan terkait dampak karhutla terhadap keselamatan dan operasional penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan.
Lukman mengatakan kondisi asap akibat karhutla dapat mempengaruhi jarak pandang di sekitar bandar udara sehingga berdampak terhadap kelancaran operasional penerbangan.
"Dalam kondisi tersebut, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional penerbangan," ujarnya.
Ia menuturkan apabila kondisi jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, maka penerbangan dapat mengalami keterlambatan, penundaan, pembatalan, maupun pengalihan sesuai hasil evaluasi kondisi di lapangan dan pertimbangan keselamatan.
Berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara, penyelenggara bandar udara, penyedia pelayanan navigasi penerbangan, operator penerbangan, serta instansi terkait selama periode 14β20 September 2026, tercatat 409 penerbangan terdampak di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 141 penerbangan mengalami keterlambatan (delay), 254 penerbangan dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed), dan 14 penerbangan dialihkan (divert).
Jumlah penerbangan terdampak tersebut meningkat dibandingkan periode 7β13 September 2026 yang mencatat 159 penerbangan terdampak. Kondisi ini antara lain dipengaruhi oleh menurunnya jarak pandang akibat asap karhutla.