NADIKABAR.COM — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mengalami lonjakan. Berdasarkan pantauan SiPongi Kemenhut hingga Kamis (15/10/2026) pukul 21.00 WIB, terdeteksi sebanyak 799 hotspot secara nasional.
"Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, secara nasional terdeteksi 799 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, melalui keterangannya, Jumat (16/10/2026).
Ristianto mengatakan angka tersebut bertambah 427 titik dibandingkan hari sebelumnya yang mencatatkan 372 hotspot. Dari total tersebut, sebanyak 615 hotspot berada di enam provinsi prioritas penanganan karhutla.
Ia mengungkapkan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat peningkatan paling signifikan dengan 389 titik, naik dari sebelumnya 130 titik. Posisi berikutnya disusul Sumatera Selatan dengan 122 titik, naik dari 91 titik.
Kemudian, Kalimantan Barat tercatat 42 titik, turun dari 59 titik. Jambi 31 titik, naik dari 9 titik. Kalimantan Selatan 31 titik, naik dari 5 titik. Sementara Riau terpantau nihil hotspot high confidence.