"Dinkes NTT juga mulai mendata kerusakan fisik bangunan kesehatan di lokasi terdampak. Data kerusakan ini akan diusulkan untuk pembangunan sarana kesehatan yang baru, mulai dari pustu (puskesmas pembantu), puskesmas, hingga rumah sakit," terangnya.
Berdasarkan data Dinkes NTT per 29 Agustus 2026, jumlah korban jiwa akibat gempa Flores mencapai 124 orang. Selain itu, sebanyak 1.647 pasien dilayani oleh para nakes dengan rincian 227 orang menjalani rawat inap dan 1.420 pasien rawat jalan.
Dinkes NTT juga mencatat kelompok rentan yang terdampak gempa. Terdiri dari bayi sebanyak 16.220 orang, balita (62.882), ibu hamil (10.514), nifas (4.552), lansia (136.113), dan penyandang disabilitas (6.773).