NADIKABAR.COM — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut perlunya strategi berkelanjutan guna menjaga kesehatan gigi dan mulut lansia, mengingat hal tersebut berkaitan erat dengan risiko demensia.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes dr. Imran Pambudi mengatakan di Jakarta, Rabu, masalah gigi dapat menurunkan asupan gizi, memperburuk kesehatan tubuh, mempercepat penurunan fungsi kognitif dan mempengaruhi estetika sehingga mempengaruhi kepercayaan diri.

"Proporsi usia 60 tahun ke atas telah mencapai 11,97 persen dan diproyeksikan hampir 20 persen pada 2045. Bersamaan dengan itu, jumlah orang dengan demensia diperkirakan melonjak dari 1,2 juta pada 2016 menjadi 4 juta pada 2050," katanya.

Sementara itu, Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan pemerintah telah menjangkau lebih dari 12 juta lansia hingga September 2026. Dari jumlah itu, 2.406.004 lansia menjalani pemeriksaan kognitif, hasilnya 30 persen terdeteksi mengalami gangguan kognitif.

"Lansia dengan masalah gigi menempati 3 besar masalah kesehatan yang ditemukan saat CKG. Angka ini menegaskan bahwa kesehatan gigi dan mulut tidak bisa dipisahkan dari kesehatan otak," kata Imran.