NADIKABAR.COM — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meminta ekosistem agroindustri kemiri di Nusa Tenggara Barat (NTB) dapat memperluas pasar global dengan peluncuran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan Tahun 2026 di Mataram, Kamis.

Program itu mengusung tema "Pemberdayaan Ekosistem Agroindustri Komoditas Kemiri di Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB)" yang diinisiasi oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau yang lebih dikenal dengan Indonesia Eximbank.

Direktur Pelaksana LPEI, Sukarmo Patmo Sukarso, mengatakan lembaga itu berkomitmen untuk memperkuat dan mendorong pemberdayaan ekonomi daerah lewat Special Mission Vehicle (SMV).

Peluncuran program tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara LPEI dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang disaksikan langsung oleh Gubernur NTB beserta jajaran direksi lembaga pembiayaan ekspor.